Wednesday, December 17, 2014

BAKUMAN VOL.1 By: Tsugumi Ohba dan Takeshi Obata



Sudah tertarik dengan komik ini sejak tahun lalu dan masuk list komik koleksi. Namun, setiap mau membeli komik ini selalu saja kalah prioritas dengan komik lain (Chef Mitsuboshi dan Pretty Boreumi). Nah baru di bulan Maret 2014, komik ini bisa berada ditanganku dan itu pun tidak disengaja.

Ketemunya di Jogja waktu nemenin Wawa nyari buku financial planning di Gramed-nya Ambarukmo Plaza. Sembari menunggu Wawa menemukan buku yang dicari, aku iseng jalan ke bagian komik untuk menemukan seri #4 komik Niina’s First Love Story yang langka di Jakarta. Eh mataku terpaku sama tumpukan volume Bakuman yang komplit dari #1 sampe #5 (dan masih berlanjut ke volume berikutnya). Langsung deh kuambil semua sebelum tergoda beli komik lain (sempet melirik bundel Shanaou Yoshitsune Genpei War).

Bakuman ini bercerita tentang perjuangan dua orang teman sekolah yang berkolaborasi mengejar impian untuk menjadi mangaka. Mangaka adalah orang yang membuat manga (komik).

Saturday, December 13, 2014

MARI LARI by Ninit Yunita

Salah satu buku yang kuperoleh dari ikutan order LitBox, jadi dapet tanda tangan penulisnya.

"Hidup itu seperti berlari maraton, tak ada pemberhentian, dan selalu butuh perjuangan untuk sampai pada satu titik bernama impian"

Pertama kali lihat buku ini, jadi ingin menghadiahkannya kepada seseorang yang kukenal sangat mencintai lari. Karena dia lah, aku yang awalnya paling tidak menyukai lari, perlahan jadi ketagihan lari, walau cuma tiap minggu pagi. Apalagi settingnya berada di Bromo yang masih satu provinsi dengannya (iyah, aku memang paling suka mengaitkan segala sesuatu).

Rio, seorang salesman mobil mewah adalah orang yang tidak pernah menyelesaikan apa yang dia mulai

Tuesday, December 2, 2014

FOR ONE MORE DAY : Satu Hari Bersamamu By Mitch Albom



Baru halaman pertama, tapi aku sudah disuguhi untaian kalimat menarik:

“Semua keluarga adalah sebuah cerita hantu. Mereka yang telah meninggal, tinggal duduk di meja kita lama setelah mereka pergi.
Pernahkah kau kehilangan seseorang yang kausayangi dan kau ingin bisa bercakap-cakap dengannya sekali lagi, mendapatkan satu lagi kesempatan untuk menggantikan waktu-waktu ketika kau menganggap mereka akan selalu ada selamanya? Jika pernah, maka kau pasti tahu bahwa seberapa banyak pun kau mengumpulkan hari-hari sepanjang hidupmu, semuanya takkan cukup untuk menggantikan satu hari itu, satu hari yang ingin sekali bisa kaumiliki lagi.

Buku ini menceritakan kisah Chick Benetto, sang mantan pemain bisbol yang pernah mencoba untuk bunuh diri karena dia merasa hidupnya kacau setelah ibunya meninggal.

Ibuku mengisi penuh hidupku semasa kanak-kanak –memberi saran, mengkritik, segala hal yang biasa dilakukan seorang ibu. Kadang aku bahkan berharap dia tidak merecoki aku. (Hal. 12)